News  

IHSG Anjlok 14,91 Persen Sepekan, BEI Koordinasi dengan OJK soal Pengumuman MSCI

IHSG Anjlok
IHSG Anjlok

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemangku kepentingan memperkuat koordinasi untuk menjaga integritas pasar modal serta kepercayaan investor. Langkah ini dilakukan menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon, mengatakan pihaknya menghormati independensi MSCI dalam melakukan penilaian. Meski demikian, BEI akan meminta klarifikasi mengenai dasar pertimbangan di balik pengumuman tersebut, mengingat berbagai langkah reformasi pasar telah dijalankan.

“Pengumuman MSCI masih berada dalam tahap konsultasi hingga 30 April 2027 dan belum merupakan keputusan final. Ke depan, BEI akan terus berkoordinasi dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien,” tulis Valentina dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2026).

Sebagai bagian dari respons tersebut, BEI bersama para pemangku kepentingan menggelar konferensi pers di Gedung BEI pada Jumat (16/10/2026). Sejumlah pejabat negara dan pimpinan otoritas keuangan hadir dalam forum tersebut.

Mereka antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Suyudi Ario Seto, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi.

Hadir pula Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi, Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Antonius Herman Azwar, dan Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat.

Dalam forum tersebut, OJK menegaskan komitmennya untuk memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal guna menjaga integritas dan kepercayaan investor.

IHSG Terkoreksi 14,91 Persen dalam Sepekan

Di tengah dinamika tersebut, pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan sepanjang perdagangan 12–16 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 14,91 persen dan ditutup di level 5.185,105, turun dari posisi akhir pekan sebelumnya di level 6.093,759.

Tekanan pasar juga memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada Jumat (16/10/2026). BEI menghentikan perdagangan pada pukul 08.58 WIB setelah IHSG mengalami penurunan hingga menyentuh 8 persen.

Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar BEI menyusut 14,43 persen menjadi Rp9.157 triliun. Pada pekan sebelumnya, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.701 triliun.

Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata volume transaksi harian turun 5,22 persen menjadi 44,102 miliar lembar saham, dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 46,533 miliar lembar saham.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian relatif stabil dengan penurunan 0,07 persen, dari Rp16,23 triliun menjadi Rp16,21 triliun.

Berbeda dengan volume transaksi, rata-rata frekuensi transaksi harian justru meningkat 2,46 persen menjadi 1,72 juta kali transaksi. Pada pekan sebelumnya, rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat sebanyak 1,67 juta kali.

Tekanan juga terlihat dari aktivitas investor asing. Pada Jumat (16/10/2026), investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp3,34 triliun. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp88,19 triliun.

Di tengah koreksi pasar tersebut, BEI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan OJK dan para pemangku kepentingan untuk menjaga perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien, sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *