PT NexAl Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menargetkan perolehan dana hingga Rp2,54 triliun melalui aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan layanan pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence data center) sebagai bagian dari transformasi bisnis Perseroan.
Dalam aksi korporasi ini, NexAl akan menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru dengan harga pelaksanaan Rp8.880 per saham. Rasio yang ditetapkan yakni setiap 100 saham lama berhak memperoleh 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
PT Nextier Datamate Center (NDC) selaku pemegang saham utama Perseroan menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dengan nilai sekitar Rp1,65 triliun.
“Dana yang kami himpun melalui rights issue ini akan langsung mendukung pembangunan AI data center yang dirancang untuk standar Tier III, sejalan dengan arah bisnis baru yang telah disetujui pemegang saham. Ini adalah langkah konkret bagi kami untuk merealisasikan visi transformasi Perseroan. Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan hosting chip AI dengan teknologi terbaru yang tersedia di industri saat ini,” ujar Presiden Direktur NexAl Ahmad Zulfikar dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).
Kembangkan Data Center Berkapasitas 102 MW
Berdasarkan prospektus singkat yang diterbitkan, dana hasil rights issue akan dimanfaatkan sebagai suntikan modal kepada dua anak usaha NexAl, yakni PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC).
Kedua perusahaan tersebut akan mengembangkan AI data center dengan total kapasitas mencapai 102 Megawatt (MW).
NAC, yang saat ini telah mengoperasikan data center berkapasitas 6 MW, tengah memperluas kapasitas tambahan sebesar 36 MW di kawasan Jababeka, Jawa Barat.
Sementara itu, NGC sedang membangun AI data center berkapasitas 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.
Selain mendukung pengembangan AI data center, dana rights issue juga akan digunakan untuk pengambilalihan piutang NDC dari NAC dan NGC.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur modal usaha guna mendukung implementasi strategi baru Perseroan.
Pemegang Saham Lama Berpotensi Terdilusi
Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi maksimal sebesar 13,04 persen.
Berdasarkan indikasi jadwal dalam prospektus, HMETD akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 3 November 2026.
Sementara itu, periode pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 5–18 November 2026.
Dengan aksi korporasi tersebut, NexAl berharap dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus mempercepat pengembangan infrastruktur pusat data yang mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan di Indonesia.













